POSTWARTA.COM – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya terus mengembangkan KarirPedia, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Inovasi ini dirancang tidak sekadar menjadi portal informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga sebagai sistem pendukung pengembangan karier yang membantu mahasiswa dan lulusan mengukur kesiapan memasuki dunia kerja.
Pengembangan KarirPedia mendapat dukungan pendanaan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Memasuki tahun kedua penelitian, tim peneliti Unitomo menggelar Focus Group Discussion (FGD) I bertema “Validasi Teknis dan Pengujian Prototipe AI Career Development Center (AI-CDC)” pada 30–31 Oktober 2026 di Ruang Soemantri, Gedung A, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya.
Penelitian tersebut dipimpin Dr. Meithiana Indrasari, S.T., S.M., M.M., dengan judul “Integrasi Manajemen Sumber Daya Manusia dan AI-Based Career Readiness Model dalam Optimalisasi Sebaran Lulusan Perguruan Tinggi pada Dunia Usaha dan Dunia Industri.”
KarirPedia dikembangkan dengan sejumlah fitur berbasis AI, antara lain analisis curriculum vitae (CV), simulasi wawancara kerja, pemetaan kesenjangan keterampilan (skill gap), hingga rekomendasi kecocokan pekerjaan (job matching).
Melalui fitur tersebut, mahasiswa dan lulusan diharapkan dapat mengetahui kompetensi yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi keterampilan yang masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan industri.
“Orientasi penelitian kami adalah menghadirkan sistem yang dapat dimanfaatkan secara nyata. Lulusan perlu mengetahui kesiapan dirinya, perguruan tinggi membutuhkan informasi tentang kesenjangan kompetensi, sementara dunia industri memerlukan calon tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan,” jelas Meithiana.
Menurutnya, KarirPedia diharapkan menjadi penghubung berbasis data antara mahasiswa atau lulusan, perguruan tinggi, dan dunia industri.
Hasil asesmen platform ini nantinya tidak hanya bermanfaat bagi pencari kerja, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi perguruan tinggi dalam memperkuat kurikulum, layanan pusat karier, program pelatihan, serta kerja sama dengan dunia industri.
Lima Pakar Beri Masukan Pengembangan KarirPedia
Untuk mematangkan pengembangan dan implementasi KarirPedia, FGD menghadirkan lima narasumber dari berbagai bidang keahlian, mulai dari praktisi koperasi, penjaminan mutu pendidikan tinggi, hukum, pengembangan talenta digital, hingga komunikasi digital.
Muhaimin Nur Rizqi, S.E., Manager Koperasi Desa Merah Putih Blongsong, Kecamatan Baureno, memberikan perspektif mengenai kebutuhan kompetensi dan peluang kerja dalam pengembangan ekonomi desa.
Menurut perspektif praktisi tersebut, KarirPedia perlu mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja tidak hanya pada perusahaan besar, tetapi juga peluang kerja dan pengembangan usaha di sektor koperasi serta ekonomi lokal.
Dari aspek penjaminan mutu pendidikan tinggi, Dr. Muh Barid Nizarudin Wajdi, M.A., Ketua LPM STAI Miftahul Ula, menekankan bahwa kesiapan kerja lulusan tidak cukup diukur berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) atau satu skor penilaian AI.
Penilaian perlu mencakup kompetensi teknis, portofolio, pengalaman magang dan proyek, kemampuan komunikasi, kerja sama, adaptasi, hingga sikap dan etika kerja.
Ia juga merekomendasikan agar hasil asesmen ditampilkan berdasarkan masing-masing indikator, mudah dijelaskan kepada pengguna, serta melibatkan dosen atau konselor karier. Validasi menggunakan data tracer study alumni juga dinilai penting untuk meningkatkan akurasi penilaian.
Dengan pendekatan tersebut, KarirPedia berpotensi menjadi instrumen pendukung penjaminan mutu perguruan tinggi sekaligus pengembangan kualitas lulusan.
Sementara itu, Dr. Yovan Iristian, S.H., M.H., Perancang Peraturan Perundang-undangan dari Kementerian Hukum RI, menyoroti aspek hukum dan keamanan data dalam pengembangan platform berbasis kecerdasan buatan.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), kejelasan dasar pemrosesan data, keamanan sistem, transparansi algoritma, serta akuntabilitas dalam penggunaan teknologi AI.
Selain itu, pencegahan bias dan diskriminasi dalam pemberian rekomendasi karier juga menjadi perhatian. Beberapa langkah yang perlu disiapkan meliputi prosedur pengelolaan dan akses data, pengujian keamanan, evaluasi keadilan algoritma, serta audit secara berkala sebelum sistem diterapkan lebih luas.
Perspektif pengembangan kompetensi digital disampaikan Bagus Winarko, S.Kom., M.T., Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Surabaya, Kementerian Komunikasi dan Digital.
Ia memberikan masukan mengenai pentingnya pengembangan keterampilan digital dan AI yang relevan dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Dalam konteks tersebut, hasil pemetaan skill gap KarirPedia diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui rekomendasi peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) sesuai kebutuhan pengguna dan perkembangan industri.
Adapun dari sisi komunikasi digital, Dr. Anam Miftakhul Huda, S.I.Kom., M.I.Kom., Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya, menyoroti pentingnya pengalaman pengguna (user experience) dalam keberhasilan implementasi KarirPedia.
Menurutnya, platform perlu memiliki tampilan yang mudah digunakan, informasi yang jelas dan konsisten, serta rekomendasi yang dapat diverifikasi. Transparansi pemanfaatan AI dan ketersediaan dukungan manusia ketika pengguna membutuhkan penjelasan juga menjadi faktor penting.
Pengujian dan evaluasi secara berkelanjutan diperlukan agar teknologi yang dikembangkan benar-benar mudah dipahami, dipercaya, dan dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun lulusan.
Melalui penelitian yang didukung pendanaan RIIM BRIN-LPDP ini, Unitomo berharap KarirPedia dapat berkembang menjadi inovasi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan ketenagakerjaan.
Kehadiran platform tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kerja lulusan, mengurangi kesenjangan kompetensi, serta memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan kebutuhan dunia usaha maupun industri.
Dengan pemanfaatan kecerdasan buatan, KarirPedia juga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pengembangan karier berbasis data, sehingga lulusan perguruan tinggi semakin siap menghadapi dinamika dan persaingan pasar kerja. (MBO)




