Umum

Erupsi Gunung Semeru Berulang, Kolom Letusan Capai 800 Meter

357
×

Erupsi Gunung Semeru Berulang, Kolom Letusan Capai 800 Meter

Sebarkan artikel ini
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang meletus beberapa kali dengan letusan tertinggi 800 meter di atas puncak Jumat malam, 25 September 2026 (Foto: PVMBG)

POSTWARTA.COM – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat meletus berulang kali pada Jumat (25/9/2026) malam.

Dalam kurun waktu kurang dari dua jam, tepatnya mulai pukul 22.00 hingga 23.29 WIB, Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mencatat setidaknya terjadi enam kali erupsi berturut-turut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengonfirmasi bahwa letusan pertama terjadi pada pukul 22.15 WIB dengan tinggi kolom abu membumbung hingga 700 meter di atas puncak.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara,” kata Liswanto dalam laporan tertulisnya, Jumat (25/9/2026) malam. Arah utara letusan tersebut mengintai kawasan wilayah Kabupaten Malang.

Kronologi Rentetan Erupsi Semeru

Aktivitas erupsi berlanjut secara intensif dengan jeda waktu yang relatif singkat:

1. Pukul 22.26 WIB: Erupsi kedua terjadi dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl).

2. Pukul 22.40 WIB: Erupsi ketiga menyemburkan kolom abu setinggi 700 meter.

3. Pukul 22.54 WIB: Erupsi keempat menyusul dengan tinggi kolom abu mencapai 400 meter di atas puncak (4.076 mdpl).

4. Pukul 23.05 WIB: Erupsi kelima menyemburkan abu setinggi 300 meter yang mengarah ke utara.

5. Pukul 23.29 WIB: Erupsi keenam menyemburkan kolom abu tertinggi mencapai 800 meter di atas puncak, di mana aktivitas erupsi masih terus berlangsung saat laporan disusun.

Status Level III (Siaga) dan Zona Bahaya

Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Mengingat potensi bahaya lontaran material vulkanik dan aliran lahar, pihak berwenang mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di zona merah.

READ  Semeru Erupsi Sabtu Malam, Awan Panas Meluncur 2,5 Km

Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga juga diminta menjauh dari sempadan sungai radius 500 meter karena berpotensi terjangkau perluasan Awan Panas Guguran (APG) serta aliran lahar hingga radius 17 kilometer.

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak gunung karena rawan lontaran batu (pijar),” tegas Liswanto.

Selain itu, kewaspadaan ekstra diimbau bagi warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai kecil di sekitarnya. (JAN)