POSTWARTA.COM – emerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat normalisasi sejumlah sungai dan saluran air sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Sebanyak delapan ekskavator dikerahkan untuk mengeruk sejumlah titik yang mengalami pendangkalan di Kecamatan Candi dan Tanggulangin.
Normalisasi sungai tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus mengurangi risiko luapan yang dapat memicu banjir saat debit air meningkat.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran normalisasi adalah Saluran Sekunder Kedunguling di Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi. Pengerukan dilakukan sepanjang sekitar 1,5 kilometer.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, mengatakan normalisasi diprioritaskan di wilayah yang mengalami pendangkalan dan selama ini memiliki risiko terdampak banjir.
“Hari ini saya ada di Kecamatan Candi, Desa Durungbanjar. Sungai di desa ini memang terjadi pendangkalan. Hari ini kita keruk, kita normalisasi,” kata Mimik, Jumat (25/9/2026).
Menurut Mimik, pengawasan terhadap kondisi sungai akan dilakukan secara langsung, terutama menjelang datangnya musim hujan. Ia menilai pendangkalan sungai dapat mengurangi kapasitas tampung aliran air sehingga meningkatkan potensi terjadinya luapan.
“Menghadapi musim hujan ini saya akan selalu sidak. Mengawasi langsung sungai-sungai di Kabupaten Sidoarjo. Saya ingin pengerjaan normalisasi sungai dilakukan dengan baik sebagai upaya menanggulangi banjir,” ujarnya.
Wabup Sidoarjo Soroti Dugaan Pencemaran Limbah
Selain persoalan pendangkalan, Mimik juga menyoroti kondisi air di Saluran Sekunder Kedunguling yang diduga tercemar limbah industri.
Pemerintah desa dan kecamatan diminta memberikan teguran kepada pihak yang ditengarai menjadi penyebab pencemaran. Pemilik industri juga diminta memastikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berfungsi secara optimal sehingga limbah yang dibuang tidak mencemari aliran sungai.
Menurut Mimik, upaya mengantisipasi banjir tidak hanya dilakukan melalui pengerukan sedimentasi. Kondisi kualitas lingkungan dan kebersihan saluran air juga perlu menjadi perhatian agar fungsi sungai tetap optimal.
Normalisasi Dilakukan di Candi dan Tanggulangin
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo, Suprayitno, mengatakan dua ekskavator dikerahkan khusus untuk melakukan normalisasi Saluran Sekunder Kedunguling.
Sementara itu, alat berat lainnya ditempatkan di sejumlah titik yang membutuhkan penanganan di Kecamatan Candi dan Tanggulangin.
Di Kecamatan Candi, normalisasi dilakukan di Afvour Kedunguling Desa Kedungpeluk, Afvour Link II Desa Kedungkendo, serta Afvour Link III Desa Klurak.
Sedangkan di Kecamatan Tanggulangin, pengerjaan mencakup Saluran Gedangrowo Desa Kedungbanteng, Saluran Sekunder Gedangrowo Desa Kalidawir dan Ngaban, serta Afvoer Ketapang Desa Ketapang.
Pengerahan delapan ekskavator tersebut menjadi bagian dari percepatan penanganan saluran air sebelum intensitas hujan meningkat.
Pemkab Sidoarjo berharap normalisasi dapat memperlancar aliran air dan meningkatkan kapasitas saluran, sehingga potensi genangan maupun banjir akibat luapan sungai dapat ditekan.
Selain pengerukan, pengawasan terhadap kondisi sungai dan saluran air akan terus dilakukan untuk memastikan hasil normalisasi berjalan optimal dan mampu mendukung kesiapsiagaan Sidoarjo menghadapi musim hujan. (WQH)




