BisnisUmum

BPJS Kesehatan Luncurkan Program NADI JKN di Banyuwangi

241
×

BPJS Kesehatan Luncurkan Program NADI JKN di Banyuwangi

Sebarkan artikel ini
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Muhammad Masrur menunjjukan PKS Progran NAdi JKN

POSTWARTA.COM – BPJS Kesehatan meluncurkan Program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN) di Banyuwangi sebagai solusi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memiliki penghasilan tidak tetap. Program yang diluncurkan pada Selasa (4/8/2026) ini diharapkan mampu meningkatkan keaktifan kepesertaan JKN melalui mekanisme menabung iuran secara bertahap.

Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi dan PT Pos Indonesia Kantor Cabang Banyuwangi. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan I Made Puja Yasa serta Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V Cecep Priadi Usman.

Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa, menjelaskan Banyuwangi dipilih sebagai daerah pertama implementasi Program NADI JKN karena masih menghadapi tantangan dalam menjaga tingkat keaktifan peserta JKN.

Menurutnya, tantangan utama BPJS Kesehatan saat ini bukan lagi mengajak masyarakat menjadi peserta JKN, melainkan memastikan kepesertaan mereka tetap aktif agar perlindungan kesehatan tetap terjaga.

“Saat ini tantangan kita bukan lagi mengajak masyarakat menjadi peserta JKN, tetapi memastikan kepesertaan mereka tetap aktif. Melalui NADI JKN, peserta dapat menabung sesuai kemampuan dan ketika saldo mencukupi, sistem akan otomatis membayarkan iuran JKN,” ujar Puja.

Ia menjelaskan, secara nasional cakupan kepesertaan JKN telah mendekati 98 persen dengan tingkat keaktifan sekitar 80 persen. Di Jawa Timur, cakupan kepesertaan mencapai sekitar 97 persen dengan tingkat keaktifan 77,85 persen. Sementara di Banyuwangi, cakupan kepesertaan telah mencapai sekitar 89 persen, namun tingkat keaktifan peserta masih berada di kisaran 53 persen.

Karena itu, Program NADI JKN diharapkan menjadi solusi bagi peserta yang memiliki pendapatan tidak tetap, seperti pedagang, petani, nelayan, maupun pekerja sektor informal lainnya.

READ  Puncak Arus Balik, Ketapang–Gilimanuk Dipadati Ribuan Kendaraan

Melalui program ini, peserta dapat menyisihkan sebagian penghasilannya setiap hari, setiap minggu, atau kapan saja sesuai kemampuan. Ketika saldo tabungan telah mencukupi, sistem akan secara otomatis membayarkan iuran JKN sehingga peserta tidak perlu khawatir terlambat membayar dan kehilangan status kepesertaan aktif.

Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V, Cecep Priadi Usman, mengatakan pihaknya siap mendukung penuh implementasi NADI JKN melalui jaringan layanan PT Pos Indonesia yang telah menjangkau hingga pelosok daerah.

Menurutnya, konsep menabung untuk membayar iuran sangat sesuai dengan karakter masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang fluktuatif.

“Masyarakat cukup membuka rekening dengan setoran awal minimal Rp10 ribu. Setelah itu peserta bebas menabung tanpa biaya administrasi bulanan. Ketika saldo mencukupi, pembayaran iuran JKN dilakukan secara otomatis,” jelas Cecep.

Di Kabupaten Banyuwangi, layanan NADI JKN didukung oleh 22 kantor pos cabang pembantu dan sekitar 50 Agen Pos yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan desa. Selain melalui kantor pos, peserta juga dapat memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi Pospay untuk melakukan transaksi tabungan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, berharap Program NADI JKN mampu membangun budaya menabung di kalangan peserta JKN sehingga pembayaran iuran menjadi lebih terencana.

Menurutnya, dengan kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin, peserta tidak lagi kesulitan membayar iuran dan tetap memperoleh perlindungan kesehatan ketika membutuhkan pelayanan medis.

“Melalui NADI JKN kami ingin membantu masyarakat mengelola pembayaran iuran secara lebih terencana. Harapannya tidak ada lagi peserta yang kehilangan perlindungan kesehatan karena menunggak iuran,” ujar Masrur.

Melalui kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan PT Pos Indonesia, Program NADI JKN diharapkan dapat meningkatkan tingkat keaktifan peserta JKN, khususnya di Banyuwangi, sekaligus memperkuat keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional bagi masyarakat Indonesia. (XLS)