POSTWARTA.COM – Telkomsel sebagai telco digital company terus menghadirkan beragam dukungan untuk memajukan ekosistem digital di Indonesia. Melalui Dunia Games yang merupakan platform digital lifestyle dari Telkomsel yang berfokus pada konten gaming, esports, dan pop culture, serta berkolaborasi bersama MOONTON Indonesia, perusahaan gim video global yang berfokus pada pengembangan gim, publikasi, dan esports, menggelar Dunia Games Laga (DGL) 2025.
General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Timur Telkomsel Andri Kurniawan mengatakan “DGL 2025 merupakan event tahunan bergengsi yang diperuntukkan bagi komunitas esports di Indonesia dengan total hadiah Rp 260 juta dengan gim yang dipelombakan adalah Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Di wilayah Jawa Timur, acara ini digelar di Surabaya dan Jember dengan jumlah peserta sebanyak 87 tim.”
Satu tim terdiri dari lima orang yang bertanding secara turnamen untuk memperebutkan posisi pertama. Di Surabaya, event digelar di War Arena WTC Surabaya dan Tim ILY keluar sebagai juara pertama. Sementara itu di Jember, event berlangsung di Gedung Serbaguna Jember Nusantara dengan Tim Eren Oky Baik Mikasa menyabet podium pertama setelah berhasil menyingkirkan puluhan tim lainnya.
Kedua tim yang telah lolos kualifikasi area tersebut selanjutnya akan melenggang ke tahap selanjutnya dan juara pertama nasional akan mendapatkan hadiah senilai Rp 100 juta. “Melalui DGL 2025, kami berharap dapat menjangkau komunitas lokal dan memberikan akses yang lebih luas terhadap turnamen profesional,” tambah Andri.
Digelar sejak tahun 2018, DGL telah menjangkau lebih dari 100 juta talenta esports, menarik lebih dari 69 ribu pendaftar, dan mencatat lebih dari 46 juta total views tayangan turnamen di berbagai platform. Salah satu bukti nyata kualitas kompetisi ini adalah lahirnya tim juara Kagendra, pemenang DGL 2024 yang juga berhasil menjuarai IKL 2025 dan merupakan tim binaan Dunia Games.
“Ke depannya, Telkomsel melalui Dunia Games akan terus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan terhubung dengan ekosistem digital yang inklusif serta kompetitif. Bukan menjadi mimpi saja, talenta muda dari Indonesia memiliki kesempatan yang terbuka lebar untuk menjadi pro player di kancah internasional ke depannya,” tutup Andri. (FUT)