Umum

Kementan Salurkan Air ke 3.233 Hektare Lahan Padi Terdampak Kekeringan di Lamongan

262
×

Kementan Salurkan Air ke 3.233 Hektare Lahan Padi Terdampak Kekeringan di Lamongan

Sebarkan artikel ini
Lahan pertanian padi yang terdampak kekeringan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mulai kembali mendapatkan pasokan air melalui optimalisasi pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi, sebagai upaya menjaga keberlangsungan musim tanam petani di tengah ancaman El Nino (Foto: Kementan)

POSTWARTA.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengantisipasi dampak fenomena El Nino terhadap sektor pertanian di Jawa Timur. Hingga 29 Agustus 2026, Kementan mencatat sebanyak 3.233 hektare dari total 3.450 hektare lahan padi yang terdampak kekeringan di Kabupaten Lamongan telah berhasil dialiri air kembali.

Upaya tanggap darurat ini dilakukan melalui optimalisasi sistem pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi guna menjaga ketersediaan air bagi tanaman padi yang berada di tujuh kecamatan terdampak. Saat ini, sisa 217 hektare lahan masih dalam proses penanganan intensif di lapangan.

Berdasarkan data Kementan, Kecamatan Kalitengah menjadi wilayah dengan penanganan terbesar yang berhasil dituntaskan 100 persen. Seluruh 1.855 hektare lahan padi berusia 0–40 hari setelah tanam (HST) di kawasan tersebut kini sudah teraliri air. Penanganan tuntas juga dicapai di Kecamatan Karang Binangun (248 hektare, usia 30–40 HST), Kecamatan Glagah (15 hektare, usia 46–60 HST), dan Kecamatan Sukodadi (50 hektare, usia 25–30 HST).

Sementara itu, proses pengairan di beberapa wilayah lainnya dilaporkan hampir selesai:

Kecamatan Deket: Dari 397 hektare lahan terdampak, 380 hektare telah teraliri air dan 17 hektare sisanya dalam proses penanganan.

Kecamatan Turi: Dari 791 hektare lahan terdampak, 622 hektare telah teraliri dan 169 hektare masih membutuhkan penanganan.

Kecamatan Sugio: Dari 94 hektare lahan terdampak, 63 hektare telah berhasil dialiri dan 31 hektare sisanya dalam penanganan lanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa langkah antisipasi ancaman kekeringan ini merupakan komitmen pemerintah yang telah disiapkan sejak awal masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pompanisasi dan perbaikan jaringan irigasi menjadi strategi krusial untuk menjaga keberlangsungan musim tanam dan mengamankan produksi pangan nasional.

READ  Kunjungi Panen Raya, Presiden Prabowo Cicipi Hasil Pertanian Petani

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Arief Cahyono, menyampaikan bahwa capaian ini memperlihatkan percepatan eksekusi penanganan kekeringan di tingkat tapak.

“Sisa 217 hektare, khususnya di Kecamatan Turi dan Sugio, terus dikawal agar segera tuntas,” ujar Arief.

Keberhasilan penanganan kekeringan di Kabupaten Lamongan ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi. Kementan bekerjasama erat dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lamongan. Koordinasi antar-lembaga akan terus diperkuat untuk memastikan seluruh sisa lahan terdampak dapat teraliri air sepenuhnya dalam waktu dekat. (JFP)