Olah RagaUmum

Verstappen Tersingkir di Lap Pertama GP Belanda, Akui Salah Perhitungan

348
×

Verstappen Tersingkir di Lap Pertama GP Belanda, Akui Salah Perhitungan

Sebarkan artikel ini
Mobil Red Bull Max Verstappen dalam kondisi rusak setelah menabrak pembatas pada tikungan terakhir lap pertama GP Belanda di Zandvoort, Minggu, 23 Agustus 2026 (Foto: Instagram/@F1)

POSTWARTA.COM – Max Verstappen mengakui kesalahannya yang membuat dirinya tersingkir pada lap pertama Grand Prix Belanda 2026 di Sirkuit Zandvoort, Minggu (23/8/2026). Pembalap Red Bull Racing itu menyebut kondisi lintasan yang masih basah menjadi salah satu faktor yang membuat insiden sulit diprediksi.

Verstappen mengawali balapan dari posisi ketujuh setelah mengaku kurang sehat sepanjang akhir pekan. Ia sempat melakukan start dengan baik, tetapi terdesak ke area rumput ketika empat mobil berjalan berdampingan menuju tikungan pertama.

Persaingan kemudian berlanjut dengan Liam Lawson yang memberikan tekanan kepada Verstappen di sejumlah tikungan. Lawson sendiri tampil menggantikan Isack Hadjar di Red Bull.

Verstappen menilai duel tersebut merupakan bagian normal dari balapan karena setiap pembalap memiliki kesempatan untuk bertarung memperebutkan posisi.

Namun, kondisi lintasan yang belum sepenuhnya kering menjadi tantangan tersendiri. Pada lap pertama, Gabriel Bortoleto juga sempat kehilangan kendali, tetapi masih mampu menghindari kerusakan serius.

Nasib berbeda dialami Verstappen. Memasuki tikungan terakhir yang memiliki kemiringan tinggi, mobilnya kehilangan kendali dan berputar sebelum menghantam pembatas dengan keras. Insiden tersebut membuat bendera merah dikibarkan.

Verstappen kemudian mengakui bahwa kecelakaan itu terjadi karena dirinya terlalu cepat membuka akselerasi ketika melihat bagian lintasan yang tampak sudah mengering.

“Saya mengira sudah bisa berakselerasi ketika melihat bagian lintasan yang kering, tetapi ternyata terlalu cepat,” kata Verstappen, dikutip dari Motorsport.

Pembalap asal Belanda tersebut mengakui benturan yang dialaminya cukup keras. Meski demikian, Verstappen menyebut dirinya pernah mengalami kecelakaan yang lebih parah.

Kegagalan Verstappen menyelesaikan balapan membuat Liam Lawson menjadi pembalap Red Bull dengan hasil finis terbaik di GP Belanda. Lawson mengakhiri balapan di posisi ketujuh.

READ  Audi Resmi Masuk Formula 1 2026 Usai Rebranding Total Tim Sauber

Selain menyoroti insiden yang dialaminya, Verstappen juga mengakui performa Red Bull sepanjang akhir pekan masih berada di bawah McLaren, Ferrari, dan Mercedes.

Menurut Verstappen, Red Bull saat ini belum mampu menjadi tim tercepat di lintasan. Ia bahkan menilai timnya berada di posisi keempat dalam persaingan kecepatan dan tidak mampu menghadirkan kejutan di Zandvoort.

“Kami harus realistis musim ini karena tim lain membawa peningkatan, sedangkan kami belum. Kondisi itu membuat kami semakin tertinggal,” ujarnya.

Kini, Verstappen memilih memanfaatkan jeda sebelum Grand Prix Italia untuk memulihkan kondisi fisiknya. Pembalap berusia 28 tahun itu mengaku masih belum sepenuhnya sehat setelah menjalani akhir pekan balapan di Belanda.

“Saya tidak merasa sehat, jadi saya menantikan jeda untuk beristirahat dan memulihkan kondisi,” kata Verstappen.

Grand Prix Italia dijadwalkan berlangsung dua pekan mendatang dan menjadi kesempatan bagi Verstappen serta Red Bull untuk memperbaiki performa setelah hasil mengecewakan di Zandvoort. (CZW)