Umum

PHE Perkuat Produksi dan Eksplorasi, Cadangan Migas Terus Bertambah pada Semester I 2026

205
×

PHE Perkuat Produksi dan Eksplorasi, Cadangan Migas Terus Bertambah pada Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa

POSTWARTA.COM – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina mencatat kinerja operasional yang tetap solid sepanjang semester I 2026. Hingga Juni 2026, perusahaan membukukan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), terdiri atas produksi minyak 459 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2.756 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (28/7/2026), PHE menjelaskan bahwa capaian tersebut ditopang oleh pelaksanaan berbagai program pengembangan dan pemeliharaan sumur yang berjalan sesuai rencana. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keandalan aset sekaligus mempertahankan tingkat produksi migas nasional.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PHE berhasil menyelesaikan pengeboran 278 sumur eksploitasi, melaksanakan 601 kegiatan workover, serta 13.870 kegiatan well service. Berbagai aktivitas tersebut dilakukan untuk memastikan keberlangsungan operasi lapangan migas secara optimal dan efisien.

Di sisi eksplorasi, PHE juga terus memperkuat pencarian sumber daya migas baru guna menjaga keberlanjutan produksi jangka panjang. Hingga akhir Juni 2026, perusahaan telah menyelesaikan pengeboran sembilan sumur eksplorasi, survei seismik dua dimensi (2D) sepanjang 189 kilometer, serta survei seismik tiga dimensi (3D) seluas 2.848 kilometer persegi.

Hasil dari kegiatan eksplorasi tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE) dan penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 24,9 MMBOE, yang semakin memperkuat prospek keberlanjutan bisnis hulu migas perusahaan.

Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y. Nasroen, mengatakan capaian tersebut menunjukkan konsistensi PHE dalam menjalankan strategi menjaga keseimbangan antara optimalisasi produksi dari aset yang telah beroperasi dengan pengembangan sumber daya migas baru.

READ  Percepat Kedaulatan Energi Nasional, Pemerintah Dorong Mandatori Bioetanol E5 dan E10

“Kinerja operasional hingga semester pertama 2026 merupakan hasil komitmen seluruh perwira PHE dalam menjalankan operasi hulu migas secara selamat, andal, efisien, dan berkelanjutan. Kami terus menjaga keseimbangan antara optimalisasi produksi dari aset eksisting dan pengembangan potensi sumber daya baru agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap ketahanan energi nasional,” ujar Hermansyah.

Menurutnya, perusahaan akan terus mengoptimalkan pengelolaan aset hulu migas melalui percepatan pelaksanaan program pengeboran, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan efisiensi operasional untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan maupun negara.

“Berbagai capaian yang diraih hingga pertengahan tahun ini menjadi fondasi yang baik untuk menyelesaikan program kerja tahun 2026. Kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif melalui eksekusi program yang disiplin, pengelolaan risiko yang baik, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional,” tambahnya.

Selain berfokus pada peningkatan produksi dan eksplorasi, PHE juga terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aktivitas bisnisnya. Perusahaan menegaskan komitmennya terhadap kebijakan Zero Tolerance on Bribery dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah memenuhi standar ISO 37001:2016, sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Melalui penguatan produksi, percepatan eksplorasi, serta penerapan tata kelola yang baik, PHE optimistis mampu mempertahankan kinerja positif hingga akhir 2026 sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendukung target produksi migas Indonesia. (WCR)