PemerintahanUmum

Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, Pemerintah Siapkan Efisiensi Besar demi Jaga APBN

346
×

Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas, Pemerintah Siapkan Efisiensi Besar demi Jaga APBN

Sebarkan artikel ini

POSTWARTA.COM – Pemerintah memastikan akan melakukan efisiensi besar-besaran terhadap anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus memperbaiki tata kelola pelaksanaan program di lapangan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan alokasi anggaran MBG tahun 2026 yang semula diproyeksikan sebesar Rp330 triliun telah diturunkan menjadi Rp270 triliun. Bahkan, pemerintah membuka kemungkinan adanya pemangkasan lanjutan dalam beberapa bulan mendatang.

“Jadi kalau tadinya kita alokasikan Rp330 triliun, turun ke Rp270 triliun, nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu. Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran. Ini perintah Bapak Presiden,” ujar Purbaya, baru-baru ini.

Meski anggarannya dipangkas, Purbaya menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan tidak akan dihentikan. Menurutnya, efisiensi dilakukan untuk menghilangkan pemborosan tanpa mengurangi manfaat program bagi masyarakat.

Pemerintah juga mengakui pelaksanaan MBG pada tahap awal masih memerlukan banyak pembenahan. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan akan memperkuat sistem pengawasan dengan melibatkan unit kerja Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) di berbagai daerah.

Unit kerja DJPb akan melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hasil pengawasan tersebut nantinya dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.

“Mereka (unit kerja DJPb di daerah) kasih laporannya ke saya. Nanti kalau memang jelek, saya akan laporkan ke BGN untuk diambil tindakan. Nah, kalau tidak ambil tindakan dalam keadaan seperti itu, baru saya bisa potong anggarannya,” tegas Purbaya.

Ia menambahkan, langkah efisiensi ini merupakan bentuk respons pemerintah terhadap berbagai masukan masyarakat terkait besarnya kebutuhan anggaran Program MBG serta pentingnya menjaga ruang fiskal negara.

READ  Perkuat Ketahanan Energi, RI Amankan Pasokan Migas dan Teknologi Nuklir dari Rusia

Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap berbagai kritik yang berkembang dan menginginkan agar program strategis nasional tetap berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel.

“Presiden mendengarkan kok masukan itu. Buktinya BGN kan dilakukan penghematan besar-besaran. Kita akan potong lagi dalam beberapa bulan ke depan. Anggarannya tahun depan juga akan kita turunkan lagi,” katanya.

Terkait besaran efisiensi lanjutan, Purbaya mengaku telah menerima paparan dari Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang. Namun, pemerintah masih menunggu pengumuman resmi dari BGN mengenai nilai pasti penghematan yang akan diterapkan.

Ia menilai usulan efisiensi yang disampaikan BGN telah disusun lebih sistematis sehingga mampu menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat sekaligus menjaga keberlangsungan program.

“Kemarin saya ketemu Kepala BGN. Saya pikir (penghematannya) cukup signifikan, tapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan. Yang jelas, anggaran kita menjadi lebih aman. Saya setuju apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi, asalkan programnya tetap jalan,” pungkasnya.

Pemerintah berharap kebijakan efisiensi ini mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, memperkuat tata kelola penggunaan anggaran negara, sekaligus memastikan manfaat program tetap dirasakan oleh kelompok masyarakat yang menjadi sasaran utama. (XJL)