POSTWARTA.COM – Hasil pengundian grup Piala Asia 2027 menempatkan Timnas Indonesia di Grup F bersama kekuatan raksasa Asia, yakni Jepang, Qatar, dan Thailand. Meski banyak pihak melabeli ini sebagai “Grup Neraka”, pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan memiliki pandangan tersendiri.
Semua Grup Sama Berat
Ronny Pangemanan, atau yang akrab disapa Bung Ropan, menilai bahwa tidak ada grup yang mudah di putaran final turnamen kasta tertinggi di Asia ini. Menurutnya, 24 tim yang berhasil lolos adalah representasi kualitas terbaik di benua kuning.
“Semua grup keras, bukan cuma Grup F. Saya pikir kualitasnya hampir sama semua, karena banyak juga tim yang lolos lewat jalur kualifikasi yang ketat,” ujar Bung Ropan saat diwawancarai Pro 3 RRI, Minggu (10/5/2026).
Status Underdog Jadi Keuntungan
Berdasarkan peringkat FIFA terbaru, Indonesia memang masih menyandang status underdog dibandingkan tiga pesaing lainnya. Namun, Bung Ropan melihat posisi ini justru bisa menjadi keuntungan bagi skuad asuhan John Herdman.
“Sebagai tim underdog, kita akan lebih nyaman bermain karena tidak memiliki beban besar,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa lawan-lawan di Grup F dipastikan mewaspadai perkembangan signifikan Timnas Indonesia, terutama dengan banyaknya pemain yang kini merumput di liga-liga Eropa.
Fokus Mencuri Poin dari Qatar dan Thailand
Berbicara mengenai peluang lolos, Bung Ropan menyarankan agar Indonesia lebih realistis dan fokus berhitung poin saat menghadapi Qatar dan Thailand. Mengenai Jepang, ia mengakui level tim berjuluk Samurai Biru tersebut masih terlalu jauh untuk dikejar saat ini.
“Kalau lawan Jepang, maaf walaupun terlalu pagi memprediksi, agak sulit. Jepang adalah tim yang levelnya jauh di atas kita. Di kualifikasi Piala Dunia 2026 saja kita kalah telak 0-4 dan 0-6. Makanya kita harus berhitung matang saat melawan Qatar dan Thailand,” ungkapnya.
PR Besar: Lini Depan dan Ketergantungan Gol
Bung Ropan juga memberikan catatan kritis terkait performa tim. Ia menyoroti masalah penyelesaian akhir yang masih menjadi kendala utama. Ia menekankan bahwa kolektivitas gol harus ditingkatkan agar beban tidak hanya bertumpu pada satu pemain.
“Kita tidak mungkin terus mengandalkan Ole Romeny untuk mencetak gol. Pelatih John Herdman harus menyiapkan susunan pemain terbaik dan solusi di lini depan untuk menghadapi lawan-lawan kuat ini,” pungkasnya. (RIE)




