PendidikanUmum

TEFA Cullinary SMKN 3 Sukabumi dan Bogasari Produksi 3.124 Toples Kue Lebaran, Omzet Tembus Rp210 Juta

275
×

TEFA Cullinary SMKN 3 Sukabumi dan Bogasari Produksi 3.124 Toples Kue Lebaran, Omzet Tembus Rp210 Juta

Sebarkan artikel ini

POSTWARTA.COM – Program Teaching Factory (TEFA) Cullinary SMK Negeri 3 Sukabumi yang bekerja sama dengan Bogasari kembali mencatatkan capaian positif dengan memproduksi 3.124 toples aneka kue kering dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Produksi ini menjadi yang kelima sejak pendampingan resmi Bogasari dimulai pada 2022.

Wakil Kepala Humas SMKN 3 Sukabumi, Ira Yulia, menjelaskan bahwa secara keseluruhan produksi TEFA Cullinary telah berjalan enam kali sejak 2021. Namun, sejak adanya kolaborasi dengan Bogasari, kualitas dan kuantitas produksi mengalami peningkatan signifikan.

“Kami tidak hanya didukung secara teori, tetapi juga praktik. Bahkan untuk kebutuhan produksi Lebaran ini, Bogasari memberikan dukungan bahan baku berupa 10 sak Kunci Biru dan 5 sak Segitiga Biru yang telah terfortifikasi, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas tetapi juga kaya nutrisi,” ujarnya.

Menurut Ira, program TEFA Cullinary bertujuan membekali siswa dengan kompetensi teknis (hardskills) yang sesuai kebutuhan industri. Melalui program ini, siswa belajar standar operasional prosedur (SOP) industri serta penggunaan peralatan profesional.

Tak hanya itu, siswa juga dibekali kemampuan soft skills seperti kedisiplinan, kerja tim, komunikasi, serta koordinasi antar divisi. Bahkan, mereka turut dilibatkan dalam proses bisnis mulai dari produksi, promosi, penjualan hingga pelayanan konsumen.

“Yang menarik, jiwa wirausaha siswa sudah mulai terbentuk sejak di bangku SMK. Mereka tidak hanya belajar produksi, tapi juga memahami bagaimana menjual produk,” tambahnya.

Produksi TEFA Cullinary Lebaran kali ini melibatkan 10 guru, tiga asisten, serta 140 siswa. Menariknya, program ini juga melibatkan delapan siswa tuna rungu dari SLB Handayani sebagai bentuk inklusivitas pendidikan dan pemberdayaan.

Vice President Human Resources PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, Anwar, mengapresiasi komitmen SMKN 3 Sukabumi dalam mengembangkan kompetensi siswa secara konsisten.

READ  Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, SPKLU PLN Capai 4.665 Unit

“Peningkatan kompetensi, pembangunan jiwa wirausaha, serta kepedulian terhadap siswa tuna rungu melalui TEFA Cullinary ini sangat selaras dengan visi dan misi Bogasari,” ujarnya.

Ia juga menyebut SMKN 3 Sukabumi sebagai salah satu sekolah percontohan di bidang pembelajaran cookies, yang ditetapkan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata.

Selama proses produksi, siswa tuna rungu didampingi guru dari SLB untuk mempermudah komunikasi. Kegiatan produksi berlangsung dari pukul 07.00 hingga 14.00 WIB dengan menghasilkan delapan varian kue kering, seperti kastengel, nastar, putri salju, hingga rainbow cookies.

Produk dijual dengan harga mulai Rp35 ribu hingga Rp97 ribu dan dipasarkan ke berbagai daerah seperti Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bogor hingga DKI Jakarta.

“Alhamdulillah, total omzet mencapai sekitar Rp210 juta dan akan digunakan untuk pengembangan program sekolah, termasuk peningkatan kompetensi dan sarana prasarana TEFA,” jelas Ira.

Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran sehingga siswa dan guru tidak menerima honor, namun siswa tetap mendapatkan bingkisan sebagai bentuk apresiasi.

Ke depan, SMKN 3 Sukabumi berharap kolaborasi dengan Bogasari terus berlanjut dan mampu mencetak lebih banyak lulusan yang siap kerja sekaligus berjiwa wirausaha di bidang kuliner. (UTZ)