Umum

Wamenkes Tinjau TBC dan KRIS di RSUD Notopuro Sidoarjo

273
×

Wamenkes Tinjau TBC dan KRIS di RSUD Notopuro Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

POSTWARTA.COM – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung pelayanan kesehatan tuberkulosis (TBC) di RSUD Raden Tumenggung (R.T.) Notopuro, Sidoarjo, Senin (29/9/2026).

Peninjauan ini berfokus pada kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga medis dalam menangani kasus TBC, khususnya pasien TBC Resisten Obat (RO) yang membutuhkan penanganan medis spesifik dan pengawasan intensif.

Tingkatkan Kesiapan Layanan TBC Resisten Obat
Kunjungan Wamenkes ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat jaringan layanan TBC di rumah sakit rujukan daerah. Pemerintah terus mendorong penguatan kapasitas fasilitas kesehatan agar mampu menangani pasien TBC yang tidak lagi merespons pengobatan standar.

Plt Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dr. Prima Dessy Kusuma Rahmawati, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah menyediakan layanan komprehensif, baik untuk pasien TBC Sensitif Obat (SO) maupun TBC Resisten Obat (RO).

“Layanan TB RO ini yang memerlukan perawatan dan monitoring ketat karena pasien tidak respons terhadap pengobatan TBC standar,” ujar dr. Prima saat memberikan keterangan, Rabu (30/9/2026).

Fasilitas KRIS Dipastikan Memenuhi Standar Nasional
Selain mengevaluasi tata laksana TBC, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus juga meninjau langsung kesiapan dan penataan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RSUD R.T. Notopuro.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, dr. Prima menegaskan bahwa sarana dan prasarana KRIS yang dimiliki RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo telah siap dan memenuhi seluruh indikator ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Langkah ini menegaskan komitmen RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional, baik dalam pengentasan penyakit menular seperti TBC maupun peningkatan mutu rawat inap bagi masyarakat luas. (TXU)

READ  Angkutan Lebaran 2026, Okupansi Penumpang Kereta Api Tembus Lebih dari 100 Persen