POSTWARTA.COM – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya mulai memasuki tahap penting. KONI Jawa Timur bersama Panitia Besar (PB) Porprov melakukan pemetaan venue pertandingan untuk memastikan seluruh arena siap digunakan oleh atlet dari 69 cabang olahraga (cabor).
Peninjauan venue dijadwalkan berlangsung mulai 28 September hingga 7 Oktober 2026. Proses tersebut melibatkan Technical Delegate (TD) dari masing-masing cabor untuk memastikan lokasi pertandingan memenuhi kebutuhan teknis dan standar yang diperlukan.
Ketua Bidang Pertandingan PB Porprov, Jeffry Tagore, mengatakan keterlibatan langsung para TD menjadi bagian penting dalam proses pemetaan venue Porprov Jatim 2027.
Menurutnya, para TD tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan atau arena, tetapi juga melakukan pengecekan terhadap berbagai fasilitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pertandingan.
“Para TD kita ajak langsung untuk mengecek venue yang sebelumnya sudah disiapkan KONI Jatim,” ujar Jeffry.
Ia menjelaskan, apabila dalam peninjauan ditemukan venue yang belum memenuhi kebutuhan teknis suatu cabor, KONI Jatim akan melakukan koordinasi ulang untuk mencari lokasi yang lebih representatif.
Hal tersebut dinilai penting karena setiap cabang olahraga memiliki kebutuhan teknis yang berbeda. Mulai dari kualitas lantai, kelayakan gedung, ukuran arena, hingga fasilitas penunjang pertandingan harus dipastikan sejak awal.
Jeffry mencontohkan salah satu cabor yang masih melakukan pencarian alternatif venue adalah barongsai. Secara umum, gedung yang disiapkan dinilai sudah memenuhi kebutuhan, tetapi kondisi lantainya masih menjadi perhatian.
“Namun, ada beberapa cabor yang belum confirm, contohnya barongsai. Secara gedung oke, tetapi lantai masih terlalu licin. Mereka masih melihat opsi yang lain,” kata Jeffry.
Pemetaan Venue Ditargetkan Rampung dalam Waktu Dekat
Seluruh hasil peninjauan venue Porprov Jatim 2027 nantinya akan dikumpulkan sebagai bahan pemetaan lokasi pertandingan. KONI Jatim menargetkan seluruh cabor segera mendapatkan kepastian lokasi pertandingan.
“Ini kita kumpulkan datanya. Paling tidak dalam minggu depan kita sudah punya gambaran untuk semua cabang olahraga dan sudah harus ada plotting-nya,” lanjut Jeffry.
Pemetaan venue juga berkaitan erat dengan penyusunan jadwal pertandingan. Pasalnya, terdapat kemungkinan satu venue digunakan untuk lebih dari satu cabang olahraga.
Karena itu, kebutuhan masing-masing cabor perlu dipetakan sejak awal agar penggunaan venue dapat diatur dengan baik dan tidak menimbulkan benturan jadwal selama pelaksanaan Porprov Jatim 2027.
Dengan peninjauan bersama Technical Delegate, PB Porprov berharap seluruh kebutuhan teknis pertandingan dapat diketahui jauh sebelum kompetisi dimulai. Hal ini juga memungkinkan panitia melakukan perbaikan atau penyesuaian venue apabila ditemukan kekurangan.
Surabaya Dipersiapkan sebagai Tuan Rumah Porprov Jatim 2027
Jeffry menegaskan kesiapan venue menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan Surabaya sebagai tuan rumah Porprov Jatim 2027. Kepastian lokasi pertandingan diharapkan dapat memberikan informasi lebih awal kepada seluruh kontingen peserta.
“Kita inginnya Porprov kali ini, apalagi Surabaya sebagai tuan rumah, betul-betul siap. Jadi, dari jauh-jauh hari peserta itu sudah tahu di mana lokasi pertandingan dan nantinya kita akan kejar untuk nomor pertandingannya,” pungkas Jeffry.
Peninjauan venue berlangsung pada 28 September hingga 7 Oktober 2026. Seluruh titik yang telah disiapkan sebagai lokasi pertandingan 69 cabor akan diperiksa sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Porprov Jatim 2027 di Surabaya.
Dengan pemetaan yang dilakukan sejak jauh hari, KONI Jatim dan PB Porprov diharapkan dapat memastikan kebutuhan teknis setiap cabang olahraga terpenuhi serta penyelenggaraan pertandingan berjalan sesuai rencana. (ECT)




