PemerintahanUmum

Lima Daerah Jatim Jadi Percontohan InCircular, Kota Probolinggo Fokus Atasi Sampah

238
×

Lima Daerah Jatim Jadi Percontohan InCircular, Kota Probolinggo Fokus Atasi Sampah

Sebarkan artikel ini
Wagub Jatim Emil Dardak memberikan penghargaan kepada Wakil Walikota Probolinggo Ina Dwi Lestari

POSTWARTA.COM – Kota Probolinggo resmi terpilih sebagai salah satu dari lima daerah percontohan (pilot project) proyek InCircular di Jawa Timur. Program berbasis lingkungan ini difokuskan untuk memperkuat penerapan ekonomi sirkular, terutama dalam pengelolaan sampah serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Peluncuran proyek bertajuk Promoting a Circular Economy in Indonesia ini digelar di Surabaya pada Selasa (15/9/2026). Selain Kota Probolinggo, empat daerah lain yang ditunjuk sebagai wilayah percontohan adalah Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Sidoarjo.

Tantangan 122 Ton Sampah per Hari di Kota Probolinggo

Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, menyambut positif kepercayaan internasional dan pemerintah pusat ini. Menurutnya, InCircular menjadi momentum emas untuk menyempurnakan sistem pengelolaan sampah di wilayahnya.

Dengan populasi mencapai 244.419 jiwa, Kota Probolinggo menghasilkan timbulan sampah hingga 122 ton per hari. Saat ini, sebanyak 77 persen sampah sudah berhasil terkelola, sementara 23 persen sisanya masih menjadi tantangan yang perlu ditangani.

“Kota Probolinggo menyambut baik percontohan proyek untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah ini,” tegas Ina, Rabu (16/9/2026).

Inovasi RDF hingga Program “Satu RW Satu Bank Sampah”

Sebagai komitmen dalam mengurai masalah sampah, Kota Probolinggo telah menjalankan sejumlah terobosan strategis di hilir maupun hulu:

1. Fasilitas Offtaker RDF: Kota Probolinggo telah memiliki penampung Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengolah sampah menjadi sumber energi alternatif.

2. Penguatan Berbasis Masyarakat: Menggalakkan program satu RW satu bank sampah serta penyediaan satu RW satu kendaraan roda tiga untuk pengangkutan.

3. Pembatasan Plastik Sekali Pakai: Penerbitan Surat Edaran Wali Kota yang melarang penyediaan kantong plastik (kresek) di pusat-pusat perbelanjaan.

Jatim Hasilkan 6,5 Juta Ton Sampah per Tahun

READ  Bulog Gandeng HM Sampoerna Perkuat Distribusi Pangan Murah di Jawa Tengah

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar di tingkat provinsi. Timbulan sampah di Jawa Timur diperkirakan mencapai 6,5 juta ton per tahun, namun baru sekitar 25 persen yang terkelola secara optimal.

Emil menegaskan pentingnya pergeseran pola pikir menuju ekonomi sirkular agar sampah tidak lagi dibuang begitu saja, melainkan memberi nilai tambah.

“Melalui ekonomi sirkular, kita mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien, mengurangi timbulan sampah sejak dari sumber, serta memperkuat pemanfaatan kembali dan daur ulang,” jelas Emil.

Kerja Sama Internasional Indonesia–Jerman

Proyek InCircular merupakan bentuk kerja sama teknis antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Federal Jerman. Program ini diprakarsai oleh Kementerian PPN/Bappenas dan diimplementasikan bersama GIZ Indonesia & ASEAN.

Melalui proyek ini, lima daerah percontohan di Jawa Timur diharapkan mampu menjadi laboratorium pembelajaran sekaligus mencetak model ekonomi sirkular yang konkret, terukur, dan adaptif terhadap karakteristik daerah masing-masing. (DLW)