Umum

PHE Rampungkan Survei Seismik 2D SE Java 6.000 Km di Laut Selatan Jawa

316
×

PHE Rampungkan Survei Seismik 2D SE Java 6.000 Km di Laut Selatan Jawa

Sebarkan artikel ini

POSTWARTA.COM – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina kembali mencatatkan capaian dalam kegiatan eksplorasi hulu minyak dan gas bumi (migas). PHE berhasil menyelesaikan Survei Seismik Offshore 2D SE Java sepanjang 6.000 kilometer (km) di Samudera Hindia.

Keberhasilan tersebut melengkapi pencapaian sebelumnya setelah PHE menyelesaikan survei seismik Offshore 3D SE Java di Selat Makassar pada Juli 2026.

Survei Seismik Offshore 2D SE Java merupakan bagian dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang (KKPJM) di wilayah terbuka. Kegiatan ini mencakup area laut lepas yang berada di enam kabupaten di Jawa Timur, yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, dan Lumajang.

Pelaksanaan akuisisi data seismik di kawasan laut selatan Jawa tersebut menghadapi tantangan kondisi alam, terutama gelombang tinggi dan arus bawah laut yang kuat di perairan lepas Samudera Hindia.

Karena faktor keselamatan kerja dan operasional, proyek dilaksanakan dalam dua fase. Fase pertama dimulai pada Oktober 2025 dan dihentikan sementara pada Desember 2025 seiring kondisi cuaca ekstrem.

Setelah kondisi laut dinilai lebih memungkinkan, kegiatan kembali dilanjutkan pada Juli 2026. Survei akhirnya berhasil dirampungkan secara keseluruhan pada 26 Agustus 2026.

Rampung dengan Zero Accident

VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE sekaligus Kepala Teknik Proyek, Ahmad Najihal Amal, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian proyek tersebut.

Menurut dia, survei seismik sepanjang 6.000 km itu berhasil diselesaikan dengan catatan keselamatan Zero Accident.

“Survei 2D SE Java dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya insiden HSSE berkat persiapan operasi yang matang, kerja sama, serta sinergi yang efektif dari seluruh fungsi dan pemangku kepentingan di 6 kabupaten Jawa Timur, Pemprov Jatim, serta jajaran aparat keamanan (Kodaeral V Surabaya, Lanal Pacitan, dan Lanal Malang),” ujar Najihal dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026).

READ  Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Kepala SKK Migas Diperiksa Kejagung

Apresiasi juga disampaikan Kepala Divisi Prospektivitas dan Manajemen Data SKK Migas, Aldy Amir. Ia menilai kualitas data hasil akuisisi survei tersebut sangat baik, meskipun pelaksanaan proyek menghadapi tantangan kondisi laut selatan Jawa.

Buka Peluang Eksplorasi Migas Baru

Survei 2D SE Java menjadi salah satu milestone penting dalam program New Venture PHE di wilayah Laut Selatan Jawa.

Kawasan tersebut selama ini dinilai kurang prospektif karena berada pada kawasan fore-arc basin. Namun, hasil kajian PHE menunjukkan bahwa wilayah Trenggalek-Pacitan memiliki potensi akumulasi hidrokarbon tersendiri.

Hasil survei ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi bawah permukaan dan membuka peluang pengembangan wilayah kerja atau blok eksplorasi migas baru.

Jika potensi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut, kawasan Laut Selatan Jawa diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penambahan sumber daya migas sekaligus mendukung ketahanan energi nasional di masa mendatang.

Gunakan Teknologi Marine Streamer Broadband

Dalam kegiatan akuisisi data, PHE menerapkan teknologi 2D Marine Streamer Broadband. Teknologi tersebut memungkinkan pencitraan geometri bawah permukaan bumi secara lebih akurat, terutama untuk mengidentifikasi target eksplorasi pada kedalaman tinggi atau deep target.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya PHE meningkatkan kualitas data eksplorasi sehingga proses evaluasi potensi hidrokarbon dapat dilakukan secara lebih optimal.

Keberhasilan menyelesaikan survei 2D SE Java juga memperkuat komitmen PHE dalam mendorong kegiatan eksplorasi hulu migas yang berkelanjutan dengan tetap menempatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas.

PHE menyatakan akan terus melakukan investasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas secara berkelanjutan dengan mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Selain itu, perusahaan terus memperkuat integritas melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik, budaya kepatuhan, serta upaya pencegahan fraud. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika. (AUZ)