PemerintahanUmum

Jatim Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Khofifah Dorong Solusi PSEL

368
×

Jatim Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Khofifah Dorong Solusi PSEL

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah terima piagam penghargaan dari Mendagri (Foto: Humas Jatim)

POSTWARTA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Bali pada Jumat malam lalu. Atas capaian luar biasa ini, Pemprov Jatim juga mendapatkan apresiasi berupa bantuan pemerintah senilai Rp2 miliar.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong menjaga kelestarian lingkungan di wilayahnya.

“Alhamdulillah, kerja keras, komitmen, dan kepedulian seluruh pihak dan masyarakat membuahkan apresiasi oleh Pemerintah Pusat. Terima kasih kepada seluruh masyarakat hingga para unit SMA, SMK, dan SLB yang mendukung pelaksanaan kurve secara rutin,” ujar Khofifah, Minggu (30/8/2026).

Menurut Khofifah, aksi kurve atau kerja bakti bersih-bersih lingkungan yang secara rutin dilakukan di kawasan pesisir pantai maupun aliran sungai merupakan wujud nyata pentingnya budaya gotong royong lintas sektor. Gerakan ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Sebagai langkah konkret jangka panjang, Pemprov Jatim terus mendorong proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Inisiatif strategis ini telah direalisasikan melalui skema kerja sama bersama tujuh kepala daerah bupati dan wali kota di kawasan strategis Surabaya Raya dan Malang Raya.

“Persoalan sampah saat ini merupakan salah satu urgensitas yang tidak bisa diselesaikan dengan solusi jangka pendek. Harus yang sifatnya jangka panjang, dan kami di Jawa Timur telah berkomitmen untuk bersama-sama menemukan solusi yang tepat,” tegas Khofifah.

READ  Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 1.006 Hektare

Komitmen tersebut terbukti dalam data resmi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI per Maret 2026, di mana tingkat pengelolaan sampah di Jawa Timur tercatat mencapai 52,7 persen. Angka tersebut menempatkan Jatim di posisi tertinggi secara nasional, melampaui jauh rata-rata capaian nasional yang berada di angka 24,95 persen.

Prestasi tingkat provinsi ini turut disusul oleh sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur yang juga memborong penghargaan dalam kategori serupa. Tercatat Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, Kota Blitar, dan Kota Surabaya sukses keluar sebagai pemenang dalam kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri pada ajang yang sama. (FYK)