Olah RagaUmum

Dua Emas Dinilai Belum Cukup, KONI Jatim Tantang FORKI Berprestasi di PON

215
×

Dua Emas Dinilai Belum Cukup, KONI Jatim Tantang FORKI Berprestasi di PON

Sebarkan artikel ini
Pelantikan pengurus FORKI Jatim periode 2026–2030 di Surabaya (Foto: Humas KONI Jatim)

POSTWARTA.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memasang target tinggi kepada Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jatim untuk meningkatkan prestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menilai capaian karate Jawa Timur dalam beberapa edisi PON terakhir masih belum mencerminkan potensi besar yang dimiliki daerah tersebut.

Dalam empat edisi PON terakhir, termasuk PON Aceh-Sumut 2024, karate Jatim maksimal hanya menyumbangkan dua medali emas. Sementara pada PON Beladiri 2025, Jatim hanya mampu meraih satu medali emas dan satu perak.

“Relatif tidak sebanding dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan di setiap kejuaraan yang digelar di Jawa Timur,” ujar Nabil.

Catatan tersebut mendorong KONI Jatim meminta FORKI melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan target prestasi pada PON berikutnya. Menurut Nabil, dengan potensi atlet serta dukungan pembinaan yang tersedia, raihan dua emas dari 17 nomor pertandingan belum mencerminkan kekuatan karate Jawa Timur.

“Jika hanya dapat dua emas dari 17 nomor, itu tidak mencerminkan potensi besar Jatim. Saya yakin, dengan kerja keras dan program tepat, FORKI Jatim bisa bangkit,” tegasnya.

Atlet Didorong Perbanyak Jam Terbang

Untuk mencapai target tersebut, Nabil meminta FORKI Jatim memperbanyak agenda pertandingan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas atlet.

Menurutnya, atlet tidak cukup hanya mengandalkan latihan rutin. Mereka juga membutuhkan pengalaman bertanding menghadapi lawan dengan karakter dan gaya permainan yang beragam.

Karena itu, atlet karate Jawa Timur didorong untuk lebih rutin mengikuti kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional.

“Harus sering mengadakan event. Harus rutin mengirim atlet ke kejuaraan nasional dan internasional, bukan hanya di level kejurda. Minimal empat kali setahun agar jam terbang bertanding atlet terukur,” katanya.

READ  Penipuan Berkedok Marketing PT Charoen Pokphand Indonesia Marak di Media Sosial

Nabil menilai intensitas pertandingan yang tinggi akan membantu atlet mengukur perkembangan kemampuan sekaligus memperbaiki kekurangan sebelum menghadapi kompetisi bergengsi seperti PON.

Selain mengejar perolehan medali, KONI Jatim juga mendorong FORKI membangun ekosistem kompetisi yang lebih kuat di Jawa Timur. Agenda pertandingan yang rutin dinilai dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan regenerasi sekaligus meningkatkan kualitas atlet.

Dengan pembinaan yang terukur dan intensitas kompetisi yang lebih tinggi, atlet karate Jatim diharapkan semakin siap menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.

KONI Jatim pun berharap evaluasi terhadap capaian sebelumnya dapat menjadi pijakan bagi FORKI untuk menyusun program pembinaan yang lebih efektif, sehingga potensi besar karate Jawa Timur dapat diwujudkan melalui prestasi yang lebih baik pada PON mendatang. (RFY)