BisnisUmum

Kinerja Telkom Makin Solid, Pendapatan Tumbuh 3,9 Persen Jadi Rp75,9 Triliun

396
×

Kinerja Telkom Makin Solid, Pendapatan Tumbuh 3,9 Persen Jadi Rp75,9 Triliun

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini

POSTWARTA.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup semester pertama 2026 dengan kinerja keuangan yang positif. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, meningkat 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Telkom juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp37,5 triliun, naik 3,8 persen YoY dengan EBITDA margin mencapai 49,4 persen. Sementara itu, laba bersih perseroan tumbuh 1,4 persen YoY menjadi Rp10,6 triliun dengan margin laba bersih sebesar 14 persen.

Jika dinormalisasi, laba bersih Telkom mencapai Rp11,3 triliun atau meningkat 6,2 persen YoY, mencerminkan ketahanan operasional perusahaan yang ditopang oleh pemulihan bisnis seluler serta pengelolaan biaya yang semakin efisien.

Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun, tumbuh 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya berkat implementasi program efisiensi berkelanjutan dan disiplin dalam pengelolaan biaya.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi digital melalui strategi TLKM 30.

“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian.

Bisnis B2C Jadi Penopang Pertumbuhan

Kinerja positif Telkom terutama ditopang oleh segmen Business to Consumer (B2C) yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband melalui Telkomsel.

Pada semester pertama 2026, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun, meningkat 3,3 persen YoY. Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan pendapatan Digital Business Data sebesar 11 persen, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital.

READ  Perkuat Keamanan Digital, Telin Gandeng IPification Luncurkan MNV

Pemulihan industri seluler juga tercermin dari meningkatnya Average Revenue Per User (ARPU) mobile menjadi Rp45.600, atau naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan konsumsi data selama musim liburan sekolah serta penyelenggaraan Piala Dunia turut mendorong pertumbuhan trafik data dan memperkuat kinerja layanan digital Telkomsel.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus melakukan kalibrasi kualitas pelanggan IndiHome. Jumlah pelanggan tercatat 9,5 juta, dibandingkan 10,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. Meski basis pelanggan berkurang, ARPU IndiHome meningkat menjadi Rp211 ribu secara kuartalan dan Rp207 ribu secara semesteran.

Selain itu, rasio konvergensi layanan juga meningkat menjadi 65 persen, mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam membangun pelanggan yang lebih berkualitas sekaligus meningkatkan monetisasi layanan.

Ke depan, Telkomsel akan mempercepat strategi quality growth melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan 5G, serta menghadirkan berbagai solusi digital yang lebih relevan bagi pelanggan individu maupun pelaku usaha.

Infrastruktur Digital dan Data Center Tumbuh Positif

Di segmen Business to Business (B2B) Infrastructure, Telkom mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 19 persen YoY menjadi Rp33,1 triliun.

Pendapatan eksternal meningkat menjadi Rp4,7 triliun, terutama ditopang oleh pertumbuhan layanan data, internet, dan IT service.

Anak usaha Telkom, Mitratel, juga mencatatkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun, meningkat 2,1 persen YoY. Jumlah penyewa menara (tenant) bertambah menjadi 63.866, sehingga rasio tenancy meningkat menjadi 1,57 kali.

Di sisi lain, Telkom terus memperkuat bisnis data center melalui NeutraDC. Perseroan tengah melakukan konsolidasi seluruh aset data center TelkomGroup di bawah pengelolaan NeutraDC guna memperluas kapasitas layanan, meningkatkan monetisasi aset, serta memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis.

Sementara itu, pendapatan segmen B2B ICT mencapai Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya meski masih berada dalam proses restrukturisasi portofolio bisnis.

READ  Peringati World Tree Day 2025, Telkom perkuat ruang terbuka hijau dan ketahanan lingkungan DIY.

Pada segmen bisnis internasional, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp5,7 triliun. Perseroan optimistis transformasi menuju layanan konektivitas dan solusi digital bernilai tambah tinggi akan meningkatkan profitabilitas dalam beberapa tahun mendatang, terutama seiring meningkatnya permintaan kapasitas kabel bawah laut internasional untuk mendukung perkembangan teknologi AI.

Transformasi TLKM 30 Berjalan Sesuai Target

Telkom juga melaporkan kemajuan signifikan dalam implementasi strategi transformasi TLKM 30 yang berfokus pada empat pilar utama.

Dari sisi Operational & Service Excellence, perusahaan berhasil meningkatkan arus kas operasional sebesar 9,5 persen YoY sekaligus menjaga efisiensi biaya operasional dan belanja modal secara disiplin.

Perseroan juga menyelesaikan proses streamlining terhadap 10 entitas melalui divestasi, merger, maupun likuidasi guna menyederhanakan struktur grup dan memperkuat fokus pada bisnis inti.

Sepanjang semester pertama 2026, Telkom merealisasikan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) sebesar Rp10,8 triliun, dengan lebih dari 96 persen dialokasikan untuk pengembangan bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Selain itu, implementasi pilar Unlock Value terus berjalan, termasuk persiapan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 yang ditargetkan selesai pada semester kedua 2026.

Dian menegaskan, Telkom akan terus mempercepat transformasi digital guna memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,” tutup Dian. (ITY)