POSTWARTA.COM – Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai barometer pendidikan vokasi nasional. Kontingen Jawa Timur sukses mempertahankan gelar juara umum pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Nasional 2026, sekaligus memperkuat reputasi lulusan SMK Jatim yang semakin kompetitif dan diminati dunia usaha, industri, hingga pasar kerja internasional.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, prestasi itu merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dalam membangun pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Anak-anak SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur telah membuktikan kepada Indonesia bahwa mereka adalah generasi yang hebat dan luar biasa. Prestasi ini menjadi modal besar bagi Jawa Timur untuk terus meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Khofifah.
Khofifah menegaskan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum bukan sekadar pencapaian dalam kompetisi, tetapi juga mencerminkan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur yang mampu menghasilkan lulusan siap kerja.
Salah satu indikatornya adalah tingginya tingkat penyerapan lulusan SMK oleh dunia usaha dan industri. Bahkan, berdasarkan data ketenagakerjaan tahun sebelumnya, tingkat pengangguran lulusan SMK di Jawa Timur tercatat lebih rendah dibandingkan lulusan strata satu (S1).
Menurut Khofifah, capaian tersebut tidak lepas dari penerapan kurikulum yang telah diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA), sehingga menghasilkan lulusan dengan tingkat employability yang tinggi.
“Kolaborasi dengan dunia industri sudah berjalan sangat baik. Karena itu lulusan SMK Jawa Timur lebih cepat terserap di dunia kerja,” katanya.
Tak hanya sukses di dalam negeri, lulusan SMK Jawa Timur juga semakin dipercaya di pasar kerja internasional. Khofifah menyebut sebanyak 4.919 lulusan SMK telah diberangkatkan untuk bekerja maupun mengikuti program magang di 13 negara, jumlah yang menjadi terbesar secara nasional.
Ia mencontohkan lulusan kompetensi keahlian welding yang berhasil bekerja di Jerman berkat penguasaan keterampilan teknis yang didukung kemampuan berbahasa asing.
“Artinya, kompetensi anak-anak kita sudah mampu bersaing di pasar kerja internasional,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber. Ia berharap Jawa Timur dapat menyiapkan talenta-talenta terbaik untuk melanjutkan pendidikan Advanced Cyber Security di King’s College London, Inggris, sebagai bagian dari penguatan SDM menghadapi era transformasi digital.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, kontingen Jawa Timur pada LKS Dikmen Nasional 2026 diperkuat oleh 45 peserta terbaik yang didampingi 38 guru pendamping.
Kompetisi tahun ini diselenggarakan dengan sistem hibrida, yakni kombinasi daring dan luring, sehingga memberikan tantangan tersendiri dibanding pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, meski pelaksanaan lomba lebih menantang, Jawa Timur kembali berhasil mempertahankan gelar juara umum,” ujar Aries.
Dalam ajang tersebut, kontingen Jawa Timur berhasil meraih 18 medali emas, ditambah 1 medali emas kategori ekshibisi Artificial Intelligence, 7 medali perak, 5 medali perunggu, serta 7 Medallion for Excellence.
Menariknya, seluruh peserta kontingen Jawa Timur berhasil membawa pulang penghargaan.
“Seluruh peserta kontingen Jawa Timur mendapatkan penghargaan. Ini menunjukkan kompetensi mereka telah memenuhi standar industri,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bonus kepada para peraih prestasi. Peraih medali emas menerima bonus sebesar Rp10 juta, peraih medali perak Rp7,5 juta, perunggu Rp5 juta, sedangkan peserta yang memperoleh Medallion for Excellence juga mendapatkan penghargaan dari Pemprov Jatim.
Apresiasi juga datang dari dunia industri. Beberapa peserta yang menjadi juara pada bidang Cooking, Hotel Reception, dan Restaurant Service memperoleh hadiah dari sponsor dengan total nilai mencapai Rp190 juta.
Aries menegaskan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum akan menjadi motivasi bagi seluruh sekolah vokasi di Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
“Begitu kompetisi selesai, para pembina langsung bersiap menghadapi LKS 2027. Semangat kami adalah menjaga Jawa Timur tetap menjadi barometer pendidikan vokasi nasional,” pungkasnya. (CUS)




