Umum

TTL Susun Peta Keanekaragaman Biota Laut Teluk Lamong Bersama BRIN

250
×

TTL Susun Peta Keanekaragaman Biota Laut Teluk Lamong Bersama BRIN

Sebarkan artikel ini

POSTWARTA.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program pemetaan biota laut di kawasan perairan Teluk Lamong sekaligus penyusunan buku Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong sebagai media dokumentasi dan edukasi keanekaragaman hayati.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan basis data ilmiah mengenai kondisi ekosistem perairan Teluk Lamong. Data tersebut akan menjadi acuan dalam pengelolaan lingkungan pelabuhan yang berbasis sains sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan.

Sebanyak tujuh peneliti dari PRSB BRIN telah melaksanakan riset lapangan pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong. Selama lima hari, tim peneliti melakukan pengambilan sampel dan identifikasi berbagai kelompok biota laut yang meliputi plankton, makrobenthos, dan nekton guna menyusun profil keanekaragaman hayati kawasan tersebut.

Selain menghasilkan data ilmiah, hasil kolaborasi ini juga akan dituangkan dalam buku Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong. Publikasi tersebut diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat, akademisi, dan para pemangku kepentingan sekaligus menunjukkan bahwa kawasan pelabuhan mampu berkembang seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, mengatakan sebagai terminal peti kemas yang mengusung konsep Green Port, TTL meyakini bahwa keberlanjutan harus didukung oleh data dan kajian ilmiah yang kredibel.

“Melalui kerja sama dengan BRIN, kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi biota laut di kawasan Teluk Lamong, sehingga setiap langkah pengelolaan lingkungan yang kami lakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat,” ujar Anam.

READ  Kinerja Tertinggi Pasca Disrupsi, Bluebird Bukukan Pendapatan Rp5,7 Triliun di 2025

Menurutnya, keterlibatan langsung para peneliti BRIN dalam riset lapangan menjadi bagian penting untuk menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian ekosistem pesisir di Indonesia.

Sementara itu, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Dr. Hanung Agus Mulyadi, S.Pi., M.Si., mengungkapkan bahwa sinergi antara BRIN dan TTL merupakan langkah penting dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.

“Berdasarkan hasil observasi dan pengambilan sampel yang kami lakukan selama kegiatan riset lapangan, secara umum kondisi biota laut di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong menunjukkan indikasi yang baik. Keanekaragaman biota yang kami temukan, mulai dari plankton, makrobenthos, hingga nekton, menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan ini masih mampu mendukung kehidupan berbagai organisme perairan,” kata Hanung.

Meski demikian, Hanung menjelaskan seluruh sampel yang telah dikumpulkan masih akan menjalani proses identifikasi dan analisis lebih lanjut di laboratorium agar menghasilkan data yang komprehensif.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi data ilmiah yang bermanfaat dalam mendukung pengelolaan lingkungan kawasan pelabuhan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi bagi upaya konservasi ekosistem pesisir di masa mendatang,” tambahnya.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya PT Terminal Teluk Lamong dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan transparansi pengelolaan lingkungan. Sebagai pelabuhan yang menerapkan konsep ramah lingkungan, TTL terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dengan kelestarian ekosistem.

Melalui kolaborasi tersebut, TTL dan BRIN menargetkan tersusunnya basis data ilmiah mengenai keanekaragaman biota laut di kawasan Teluk Lamong. Data tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai bagian dari pembangunan pelabuhan yang berkelanjutan. (ENT)