POSTWARTA.COM – Sejumlah pedagang pasar tradisional di Kota Surabaya mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli selama masa libur sekolah akhir tahun ajaran 2025/2026. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan omzet pedagang yang disebut mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan hari-hari normal.
Salah seorang pedagang di Pasar Soponyono Surabaya, Abdul, mengatakan penurunan jumlah pengunjung mulai terasa sejak pekan ketiga Juni 2026. Menurutnya, banyak masyarakat memilih menghabiskan waktu liburan bersama keluarga sehingga aktivitas belanja di pasar tradisional ikut menurun.
“Minggu lalu malah sepi banget, hampir tidak ada pembeli sama sekali. Penurunan pengunjung mungkin tidak sampai setengah dari hari biasa,” ujar Abdul, Minggu (28/6/2026).
Meski jumlah pembeli menurun drastis, Abdul menyebut harga sebagian besar kebutuhan pokok masih relatif stabil. Kenaikan hanya terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura dan bumbu dapur.
“Jadi sepinya itu perkiraan saya gara-gara libur sekolah. Kalau untuk harga masih stabil, tidak banyak yang naik,” katanya.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain kangkung yang naik dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per ikat. Harga bawang putih juga meningkat dari Rp34.000 menjadi Rp36.000 per kilogram.
Selain itu, sejumlah rempah seperti ketumbar, kemiri, lada, dan bumbu sejenis mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 per 100 gram dibandingkan harga sebelumnya.
Sementara itu, pedagang ayam di Pasar Soponyono, Yanti, mengaku harga ayam justru mengalami penurunan dari Rp52.000 menjadi Rp48.000 per kilogram. Namun, turunnya harga belum mampu mendongkrak penjualan.
Menurut Yanti, pendapatannya justru berkurang karena berhentinya sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Selama program tersebut berjalan, permintaan ayam dari berbagai pihak cukup membantu meningkatkan penjualan.
“Harganya turun sekarang ini. Yang terasa justru pendapatan saya menurun gara-gara MBG berhenti pas libur sekolah. Lumayan berkurang banyak orderannya,” ungkapnya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat membantu menciptakan jalur distribusi dan pemasaran yang lebih efektif selama masa libur sekolah agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dan pendapatan pedagang tidak mengalami penurunan tajam.
“Maksud saya tidak apa-apa sepi, tapi kalau seminggu terakhir ini cukup terasa. Salah satunya pengaruh dari off sementara MBG ini. Semoga bisa membaik dalam waktu dekat,” ujar Yanti.
Hingga akhir Juni 2026, sejumlah komoditas pangan lainnya masih berada pada harga yang relatif stabil. Cabai merah besar dijual sekitar Rp32.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp43.000 per kilogram, bawang merah Rp38.000 per kilogram, telur ayam Rp24.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng berkisar antara Rp16.000 hingga Rp18.000 per liter.
Para pedagang berharap aktivitas pasar kembali normal setelah masa libur sekolah berakhir sehingga daya beli masyarakat meningkat dan omzet penjualan dapat kembali pulih. (SKG)




