BisnisUmum

Harga Minyak Goreng Naik, Bulog Jatim Tambah Pasokan MinyaKita

357
×

Harga Minyak Goreng Naik, Bulog Jatim Tambah Pasokan MinyaKita

Sebarkan artikel ini

POSTWARTA.COM – Di tengah kenaikan harga minyak goreng dan kelangkaan MinyaKita di sejumlah wilayah, Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur memastikan tambahan pasokan segera digelontorkan ke pasar. Bulog Jatim menyiapkan tambahan distribusi sekitar 900 ribu liter MinyaKita sepanjang Mei 2026.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan saat ini stok MinyaKita yang dimiliki Bulog berada di kisaran 400 ribu liter. Jumlah tersebut akan bertambah seiring masuknya pasokan baru dari produsen.

“Di Mei ini kami sudah mendapat komitmen tambahan sekitar 900 ribu liter. Insyaallah pelan-pelan kondisi akan kembali seperti awal-awal,” ujar Langgeng di Surabaya, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, distribusi tambahan minyak goreng dilakukan secara bertahap hingga akhir Mei. Saat ini Bulog masih dalam proses pengambilan pasokan dari produsen sebelum disalurkan ke pasar.

Bulog Jatim memprioritaskan distribusi melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) sebagai langkah pengendalian harga sekaligus menjaga ketersediaan barang di masyarakat. Pasar SP2KP juga menjadi indikator pemantauan pemerintah pusat terhadap harga dan stok kebutuhan pokok.

“Untuk distribusi, kami fokus dulu ke pasar-pasar SP2KP sambil melakukan pengawasan bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan agar tidak ada penjualan di atas HET,” kata pria asal Magelang, Jawa Tengah tersebut.

SP2KP sendiri merupakan pasar tradisional yang ditunjuk Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sebagai lokasi pemantauan harian harga dan stok barang kebutuhan pokok.

Langgeng menambahkan, meski permintaan masyarakat meningkat akibat harga minyak goreng yang masih tinggi, Bulog memastikan harga MinyaKita tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk mencegah praktik penjualan di atas HET, Bulog menggandeng Satgas Pangan dan dinas perdagangan daerah untuk melakukan pengawasan.

READ  Mendag: Ketersediaan Minyak Goreng Aman Jelang Ramadan

“Kami menggandeng Satgas Pangan sama Dinas Perdagangan setempat untuk ikut mengawasi, biar pengecer atau apapun tidak menjual di atas HET. Sembari itu, kami kemarin dilakukan rapat dengan Dinas Perdagangan Provinsi Jatim, memanggil seluruh produsen-produsen minyak,” tuturnya.

Bulog diketahui hanya menguasai sekitar 17 persen distribusi MinyaKita secara nasional. Sementara distribusi terbesar masih berada di tangan swasta dan BUMN pangan lainnya. (FZA)