Umum

Perangkat Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Masih Rekam Aktivitas, Tim SAR Lanjutkan Pencarian

392
×

Perangkat Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Masih Rekam Aktivitas, Tim SAR Lanjutkan Pencarian

Sebarkan artikel ini
Potrret operasi pencarian di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Foto: Instagram/@kantorsar_makassar)

POSTWARTA.COM – Di tengah medan terjal Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, sebuah titik terang muncul dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Tim SAR gabungan berhasil menemukan ponsel milik kopilot Muhammad Farhan Gunawan pada Minggu (18/1/2026), yang kini menjadi tumpuan harapan bagi keluarga.

Ponsel berjenis iPhone tersebut ditemukan di sekitar serpihan pesawat saat proses penyisiran. Meski pesawat ditemukan dalam kondisi hancur, data digital yang terhubung dengan perangkat tersebut memberikan petunjuk yang mengejutkan.

Misteri 13.467 Langkah Kaki
Pitri Kaendedes Hasibuan, kerabat dari Farhan, mengungkapkan adanya aktivitas tidak biasa yang terekam melalui smartwatch yang dikenakan sang kopilot. Melalui sinkronisasi perangkat, keluarga mendapati data pergerakan langkah kaki yang terus bertambah setelah pesawat dinyatakan jatuh pada Sabtu (17/1).

“HP Farhan terhubung ke smartwatch-nya. Pas dicek, ternyata ada pergerakan langkah kaki dari pagi jam 06.00 WITA. Langkah itu tercatat terus bertambah, dari 9.000 langkah di pagi hari menjadi 13.467 langkah pada malam hari,” ujar Pitri dengan penuh harap, Senin (19/1/2026).

Data pergerakan ini memicu spekulasi dan doa bahwa Farhan kemungkinan besar masih hidup dan berusaha menyelamatkan diri di tengah hutan pegunungan.

Berpacu dengan ‘Golden Time’
Kekasih Farhan, Dian, yang saat ini berada langsung di kaki Gunung Bulusaraung, bersama pihak keluarga lainnya meminta otoritas terkait untuk memperluas area pencarian. Mereka berharap dukungan udara dan tambahan personel dikerahkan secara maksimal sebelum masa kritis penyelamatan (golden time) berakhir.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan kekuatan penuh.

“Lebih dari 1.200 personel telah dikerahkan. Dalam kurun waktu golden time (72 jam) ini, kita mengharapkan ada keajaiban dan tim SAR mampu menemukan seluruh korban,” tegas Syafii dalam konferensi pers di Posko SAR Pangkep.

READ  HUT ke-80 TNI Resmi Perkenalakan Seragam Tempur 'Sage Green'

Upaya Pencarian Lanjutan
Hingga Senin sore, fokus pencarian diarahkan pada radius di sekitar ditemukannya ponsel dan mengikuti kemungkinan arah pergerakan yang terekam pada data langkah kaki. Medan yang berkabut dan kemiringan lereng yang ekstrem menjadi tantangan utama bagi 1.200 personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan. (IJX)